Jumat, 09 Juli 2010

Bapak yg tadinya lumpuh karena stroke itu, tiba-tiba sembuh, bangkit dan langsung memimpin Sholat jadi Imam.

     Seorang bapak berumur lk. 35-an tahun bertongkat kayu, dipapah, digotong oleh tiga orang masuk keruang tunggu, dengan berjalan tertatih-tatih...kesusahan.
     Sepanjang waktu menunggu, bapak itu merintih kesakitan, pengantarnya waktu ditanya menceritakan bahwa sejak tiga hari yang lalu kena stroke dan separo badan (bagian kiri tangan dan kaki) lumpuh, dan selama tiga hari itu belum tidur, sehingga terlihat matanya kuyu, dan badannya lemas sekali.
      Tiba giliran bapak itu.........., tiga orang kembali memapah dan menduduk-kanya di kursi pengobatan.
      Bapak itu kemudian diterapi oleh bu Hajjah Retno Dewi selama lk. 20 menit.
      Selesai diterapi oleh bu Dewi, sang bapak disuruh berdiri, tentu saja si bapak menolak karena beberapa waktu yang lalu sakitnya bukan main dan hampir separo badan tidak bisa digerakkan.
      Karena dipaksa, sang bapak kemudian terpaksa menjejak-jejakkan kakinya dengan ragu-ragu (apakah bisa atau tidak digerakkan), ternyata timbul keajaiban, karena sang bapak bisa bangun, berdiri dan langsung bisa berjalan kekamar mandi untuk berwudlu. Alhamdulillah....
      Terlihat sang Isteri berlinang airmata kebahagiaan melihat suaminya mendadak sembuh kembali, terbayang penderitaan sang suami selama tiga hari tidak tidur dan sepanjang hari merintih kesakitan.
      Bahkan setelah itu terlihat sang suami sholat di Mushola Nur Syifa' dan sedang jadi Imam, memimpin sholat.
      Bila Allah SWT menghendaki Sembuh, maka sembuhlah sang bapak........
      Kemudian sang isteri sujud dan menangis kepada Allah SWT bersyukur atas kesembuhan yang telah diberikan-NYA kepada sang suami.
 

      Sang bapak kemudian pulang, saat tiba didepan rumahnya, beberapa tetangganya datang merubung ingin membantunya memapah keluar dari mobil, mereka kaget melihat sang bapak turun dari mobil dengan gagah sambil tersenyum lebar sambil berkata : " Gue udah sembuh, biar tongkat ini gue jadikan monumen " kemudian menuju halaman depan dan menancapkan tongkat ketanah. Semua melihat dengan terkesima.
      Esok harinya 2 mobil station wagon penuh orang datang ke tempat praktek Nur Syifa' semua ingin berobat, enggak tangung-tanggung, satu kampung.......... DH.




Sholat di Masjidil-Haram Mekkah dan mencium Hajjar Azwad

      Setelah menyelesaikan Buka Aura Nur Pesona, saya berniat melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi yaitu belajar Ilmu Istikharoh.
      Saya diharuskan melakukan pembersihan diri dengan Vegetarian, tidak memakan yang bernyawa (daging, ikan, telor, susu, dll.), Puasa, dan menjalankan sholat Tahajjud setiap malamnya.
      Beberapa hari kemudian, setiap cahaya Nur Ilahi saya jalankan masuk kedalam tubuh, saya bisa melihat organ-organ tubuh saya makin jelas dan akhirnya terlihat jelas bahkan berwarna. Luar biasa, saya bisa melihat tembus tubuh saya sendiri, berwarna lagi . Bisa lebih terang dari Rontgen.
      Saat saya diterapi oleh pak Haji Bambang, setelah beliau memantau perkembangan saya, beliau kemudian menanyakan apakah saya mau diajak ke Mekkah, ke Masjidil Haram, sholat disana.
      Tentu saja saya mau, akan tetapi, bagaimana dengan kantor ? Apakah saya bisa minta cuti ? Karena semua cuti saya sudah saya habiskan. Saya tak mengira bahwa saya akan diajak Umrah ke sana.
      Pak Haji tersenyum lebar dan berkata : " Kita akan berangkat secara Meraga Sukma cara Islami, Yah lk. 20 menitan-lah " sambungnya.
      Saya sangat takjub apakah mungkin jarak yang sedemikian jauhnya bisa ditempuh pulang-pergi 20 menit ? Rasanya mustahil..........
      Dengan pesawat terbang yang tercepat saja masih memakan waktu lebih dari 8 jam.......
      Saya diminta niat hendak pergi ke Mekkah dan agar Nur Ilahi memprogram diri saya agar bisa melakukan perjalanan tersebut. Nur Ilahi saya alir-kan keseluruh tubuh dengan program tersebut dan tiba-tiba saja tubuh terasa ringan dan Masjidil Haram Mekkah sudah terlihat dihadapan saya.
      Saya diberi password salam pembuka agar bisa masuk. Setelah salam pembuka saya baca, penjaga masjid (malaikat) mempersilahkan saya masuk dan dihadapan saya terlihat Ka'bah dengan megahnya dengan ratusan ribu orang sedang berdesak- desakkan thawaf mengelilinginya.
      Tiba-tiba tanpa sanggup ditahan, tergetar hati dan berlinang air mata karena bisa melihat kebesaran Allah, karena begitu banyaknya manusia yang sedang beribadah kepada Allah SWT tanpa putus-putusnya mengalir disekitar Ka'bah. Seperti pusaran Air.
      Pak Haji mengingatkan saya untuk sholat sunah hajat di Multazam. Setelah sholat saya mengikuti arus jamaah yang thawaf dengan niat mencium Hajjar Azwad, beberapa saat kemudian muncul Hajjar Azwad dihadapan saya, dan dengan perasaan yang bergejolak saya mencium dan memanjatkan berbagai doa.


      Sampai saat ini masih terbayang-bayang gambaran Ka'bah yang begitu megah, dengan begitu banyaknya hamba Allah yang sedang beribadah, yang lebih meningkatkan Iman dan Taqwa pada Allah SWT dan mempertebal niat untuk segera menunaikan Ibadah Haji, Insya Allah..... HST.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar